BerbagiKabar.com|Medan — Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) membekali mahasiswa dengan pemahaman etika lapangan dan pendekatan sosial melalui Bimbingan Teknis PKM Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026, di Ruang Sidamanik PT LPP Agro Nusantara, Kamis (15/01/2206).
Acara dibuka oleh pembawa acara, Mutiara Kharisma, yang mengawali kegiatan dengan do’a dan shalawat serta menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya pembekalan.
Dalam sambutannya, Mutiara menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai persiapan teknis agar pelaksanaan PKM berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hadir sebagai tamu dan pimpinan pada kegiatan tersebut adalah Rektor ITSI, Dr. Purjianto, S.E., M.M.; Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Aulia Juanda, S.Si., M.Si; Kepala Program Studi Proteksi Tanaman, Ingrid Ovie Yosephine, S.P., M.Sc; serta Kepala Program Studi Teknik Kimia, Ir. Muhammad Syukri, S.T., M.T. Panitia menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si dan Dr. M. Nuh Dawi Saragih, yang memberikan materi terkait tatacara, pedoman, dan etika pelaksanaan PKM di lapangan.
Dalam presentasinya, Dr. Bakhrul Khair Amal menekankan pentingnya pendekatan yang menghargai kearifan lokal dan peran tokoh komunitas:
“Mahasiswa harus mengedepankan pendekatan non-instruktif yang menghargai struktur sosial kebun sawit dan pemimpin opini lokal, karena perubahan perilaku petani tidak bisa dipaksakan melalui ceramah teknis semata.” ujar Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si. Pernyataan ini mencerminkan fokus materi pada etnografi kebun sawit, hambatan sosial terhadap keberlanjutan, serta strategi komunikasi yang persuasif.
Ia menutup pemaparannya dengan menegaskan bahwa keberhasilan PKM tidak semata diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, melainkan dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun kesadaran, menumbuhkan kepercayaan, serta mendorong perubahan perilaku petani secara bertahap dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan mencakup paparan materi teknis oleh para narasumber, sesi tanya jawab, serta seremoni penyerahan sertifikat dan plakat penghargaan kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ilmiahnya.
Selanjutnya digelar sosialisasi panduan dan tata tertib pelaksanaan PKM, diikuti dengan pembagian kelompok PKM yang difasilitasi oleh Dekan dan kedua kepala program studi.
Ketua panitia atau pembawa acara menutup acara dengan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber, pimpinan, panitia, dan peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias. Dalam penutupnya juga disampaikan harapan agar materi dan pembekalan yang diperoleh menjadi bekal nyata bagi mahasiswa saat melaksanakan pengabdian di masyarakat.
Dengan selesainya bimbingan teknis ini, SAINTEK ITSI berharap pelaksanaan PKM 2026 akan berjalan lebih terstruktur, berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dan mampu menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan.